Tathoyyur

Dipublikasikan oleh Alvin Lukman pada 16 April 2026

Tathoyyur

Tathoyyur adalah beranggapan sial dengan menyandarkan terhadap sesuatu, seperti burung, ayam, angka, kucing dan lain-lain.Misal : melindas kucing akan sial nantinya, burung hantu tanda akan ada orang meninggal, angka 13 sial dll.

📂 Tathoyyur termasuk kelakuanya orang2 jahiliah dan musyrikin.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ألا إنما طائرهم عند الله ولكن أكثرهم لا يعلمون

Artinya :

“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi mereka tidak mengetahui” (QS. Al A’raf, 131).

Dan juga,

قالوا طائركم معكم أئن ذكرتم بل أنتم قوم مسرفون

Artinya:

“Mereka (para Rasul) berkata : “kesialan kalian itu adalah karena kalian sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib sial)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Yasin, 19).

📂 Anggapan2 tathoyyur ini tidak berarti apa2 pada hakikatnya bahkan melemahkan mereka karena telah bersandar kepada makhluk atau sesuatu yang tak berarti.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"لا عدو ولا طيرة ولا هامة ولا صفر " أخرجاه, وزاد مسلم " ولا نوء ولا غول".

Artinya :

“Tidak ada ‘Adwa, Thiyarah, Hamah, Shofar” (HR. Bukhori dan Muslim), dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan : “ dan tidak ada Nau’, serta ghaul.”

- Adwa adalah penyakit menular, maksudnya penyakit yang menular dengan sendirinya bukan atas kehendak Allah taala. Maka tidak ada penyakit yang seperti ini.

📂 Disyariatkan untuk Falu (yang hakikatnya akan membuat kita lebih kuat).

maksudnya falu adalah kalimat-kalimat yang optimis (perasangka baik) seperti qodarulloh kucing itu ketabrak karena nyebrang dijalan raya yg banyak kendaraan lalu lalang. Kupu-kupu masuk rumah karena pintu nya terbuka dll.

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan pula dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda :

"لا عدو ولا طيرة ويعجبني الفأل"، قالوا : وما الفأل ؟ قال : " الكلمة الطيبة".

Artinya :

“Tidak ada ‘Adwa dan tidak ada Thiyarah, tetapi Fa’l menyenangkan diriku”, para sahabat bertanya : “apakah Fa’l itu ?” beliau menjawab : “yaitu kalimah thoyyibah (kata kata yang baik)”.

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shoheh, dari Uqbah bin Amir, ia berkata : “Thiyarah disebut-sebut dihadapan Rasulullah, maka beliaupun bersabda :

"أحسنها الفأل، ولا ترد مسلما، فإذا رأى أحدكم ما يكره فليقل : اللهم لا يأتي بالحسنات إلا أنت، ولا يدفع السيئات إلا أنت، ولا حول ولا قوة إلى بك".

Artinya :

“Yang paling baik adalah Fa’l, dan Thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya, apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya, maka hendaknya ia berdo’a : “Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tiada yang dapat menolak kejahatan kecuali Engkau, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali atas pertolonganMu”.


📂 Perasaan-perasaan tathoyur ini bisa saja terjadi pada kita. Maka, bimbingan rosul alaihi sholatu wassalam ketika muncul perasaan ini hendaklah berdoa :

 " اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله غيرك "

Abu Daud meriwayatkan hadits yang marfu’ dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"الطيرة شرك، الطيرة شرك، وما منا إلا ...، ولكن الله يذهبه بالتوكل " رواه أبو داود والترمذي وصححه وجعل آخره من قول ابن مسعود.

 Artinya :

“Thiyarah itu perbuatan syirik, thiyarah itu perbuatan syirik, tidak ada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah Subhanahu wata’ala bisa menghilangkannya dengan tawakkal kepadaNya”.(HR.Abu Daud). Hadits ini diriwayatkan juga oleh At Tirmidzi dan dinyatakan shoheh, dan kalimat terakhir ia jadikan sebagai ucapannya Ibnu Mas’ud)

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"من ردته الطيرة عن حاجته فقد أشرك "، قالوا : فما كفارة ذلك ؟ قال : أن تقول : اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله إلا غيرك".

Artinya :

“Barang siapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah ini, maka ia telah berbuat kemusyrikan”, para sahabat bertanya : “lalu apa yang bisa menebusnya ?”, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab :” hendaknya ia berdoa : “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dariMu, dan tiada kesialan kecuali kesialan dariMu, dan tiada sesembahan kecuali Engkau”.

Dan dalam riwayat yang lain dari Fadl bin Abbas, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"إنما الطيرة ما أمضاك أو ردك"

Artinya :

“Sesugguhnya Thiyarah itu adalah yang bisa menjadikan kamu terus melangkah, atau yang bisa mengurungkan niat (dari tujuan kamu)”.

Mulakhos Kitabu Tauhid milik Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafidzahullohu Taala bab tathoyyur

أخوكم في الله: دودي

Ditulis oleh Ustadz Almaududi Hafidzahullahu Ta'ala

Di Publikasikan Oleh

Alvin Lukman

Tanggal Publikasi

16 April 2026

Bagikan
Tombol Instagram akan menyalin link artikel agar bisa ditempel ke bio, DM, atau story.